Bantah Tudingan Gelapkan Aset Indra Kenz, Pengurus Lama Polisikan Kepengurusan Baru PTIB

WARTAKOTALIVE.COM, TEBET – Pengurus lama PTIB melalui kuasa hukumnya, Nibezaro Zebua bantah tuduhan yang menyebut pihaknya telah menggelapkan aset afiliator Binomo Indra Kenz.

Menurut Zebua, seluruh aset Indra Kenz, telah dibagikan secara merata dan transparan, kepada para korban.

“Pada tahap pembagian pertama, kedua, dan ketiga berjalan dengan lancar tidak ada yang ditutup-tutupi kepada korban yang lain, semua dibagi sesuai dengan presentasi kerugian masing-masing,” kata Zebua saat diwawancarai di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (23/11/2023).

Zebua menegaskan, transparansi pembagian aset Indra Kenz, dapat dibuktikan melalui rekening koran, yang dimiliki pengurus lama PTIB.

“Semua aset masih ada, salah satunya adalah aset rumah di Alam Sutera. Ada beberapa aset lagi yaitu aset rumah, tanah dan bangunan yang ada di Medan, tiga unit itu tidak digelapkan oleh pengurus lama. Semuanya sekarang masih milik seluruh anggota PTIB,” katanya.

Tak hanya itu, Zebua menuturkan, aset Indra Kenz lainnya, berupa mobil Ferrari yang telah terjual sebesar Rp 1,5 miliar, telah ditransfer ke rekening PTIB.

Adapun mobil Tesla yang terjual seharga Rp 435 juta, beberapa hasil penjualannya digunakan untuk biaya towing, pengurusan surat, hingga biaya perawatan, lantaran mobil tersebut sudah dalam kondisi mati.

“Kami bisa membuktikan by data, di sini ada rekening koran, di sini ada kas keuangan dan semua sinkron tidak ada yang digelapkan, tidak ada yang ditutupi oleh pengurus lama ini,” jelas Zebua.

Terkait tuduhan tersebut lanjut Zebua, pihaknya telah membuat laporan polisi (LP), atas dugaan keterangan palsu.

“Sampai saat ini kami sudah melakukan langkah hukum mengenai akta mereka tersebut, kami sudah melaporkan di Polda Metro Jaya, sudah diterima tentang memberikan keterangan palsu dalam akta otentik. Sudah diterima laporannya tanggal 20 November, sudah jadi LP,” paparnya.

Baca Juga  Jokowi Disebut Langgengkan Kekuasaan Lewat Gibran Buntut Masalah dengan PDIP dan Megawati

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Perkumpulan Trader Indonesia Bersatu (PTIB) yang baru menuntut transparansi pengembalian hak-hak para korban dari kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz.

PTIB, mewakili 144 korban kasus Indra Kenz, meminta agar aset Indra Kenz yang sudah terjual atau belum terjual dikembalikan ke korban.

Mereka juga menduga adanya ketidaksesuaian nominal dari kerugian korban dengan catatan di pengadilan.

“Awal mulanya, kami mencurigai adanya kasus tidak transparan ini karena para anggota tidak pernah menerima laporan keuangan dari pengurus secara jelas. Selain itu, banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang sangat tidak masuk akal dalam menggunakan dana anggota,” kata Maya Angkasa, perwakilan PTIB, saat konferensi pers di Kantor Pengurus Baru, Gading Serpong, Tangerang, Selasa (21/11/2023).



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *