BBGP DIY Gelar Lokakarya7 PGP di Jakbar: Hasil Panen Belajar Jadi Strategi Atasi Masalah Sekolah

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pendampingan Kelompok atau Lokakarya 7 dari program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 8 bertajuk Panen Hasil Belajar, Sabtu (2//12/2023).

Kegiatan yang digelar di Masjid Raya KH. Hasyim Asyari, Jakarta Barat, diikuti oleh para calon guru penggerak dari wilayah Jakarta Barat.   

Koordinator Tim Kerja Kemitraan dan Pemberdayaan Komumitas BBGP DIY, Nunik Sukeksi SH, M.pd, Nunik Sukeksi mengatakan, pada PGP Angkatan 8 ini, BBGP DIY mendapatkan tugas untuk melaksanakan program di 7 Kabupaten/Kota yang berada di provinsi DIY dan DKI Jakarta dengan total sasaran 468 orang, dengan rincian 72 orang di DIY dan 396 DKI Jakarta.

“Adapun untuk di kota Jakarta Barat diikuti oleh 69 orang calon guru penggerak di Angkatan 8,” ungkap Nunik.

Lebih lanjut dikatakan, salah satu rangkaian kegiatan PGP adalah pendampingan kelompok yang sering disebut dengan Lokakarya yang dilaksanakan selama 8 kali dengan tema yang berbeda-beda.

Untuk wilayah Jakarta Barat, 69 orang Calon Guru Penggerak (CGP) di Angkatan 8 yang sudah menjalani pendidikan program PGP selama enam bulan kemudian mengikuti pameran Lokakarya dengan menyajikan hasil dari aksi nyata yang sudah dilakukan oleh para calon guru penggerak. 

Salah satu stand dari para Calon Guru Penggerak (CGP) program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 8 di wilayah Jakarta Barat yang mengikuti pameran Lokakarya 7 dengan menyajikan karya serta hasil aksi nyata yang sudah dilakukan para calon guru penggerak. 

“Harapannya calon guru penggerak nanti bisa menjadi pemimpin pembelajaran di sekolah sekaligus dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila,” sebutnya. 

Nunik menjelaskan, bahwa program PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi.

Kegiatan PGP dilaksanakan selama enam bulan dengan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu.

Proporsi kegiatan terdiri atas 70 persen belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20 persen belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen belajar bersama narasumber, fasilitator, dan Pengajar Praktik.

Baca Juga  Aksi Kucing-kucingan Pedagang Asongan di TMII, Pakai Ransel Jajakan Dagangan

“Para calon guru penggerak ini lebih banyak berinteraksi di tempat kerja, sehingga harapannya apa yang dipelajari calon guru penggerak melalui modul-modul yang sudah disediakan oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek bisa dipelajari dan langsung dipraktekkan pada kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing,” ucap Nunik.

Lebih lanjut ia berharap, makin banyak guru yang bisa mengikuti program PGP sehingga tercipta pembelajaran yang berdiferensiasi dengan paradigma baru yang bisa diwujudkan di sekolah. 

“Harapannya bisa ada sekitar 50 ribu calon guru penggerak dimana ini masih menjadi tugas BBGP untuk menyelesaikan pendidikan program PGP di angkatan selanjutnya,” ungkap Nunik.

Sementara, Kepala Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Junaedi yang turut menghadiri kegiatan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan Lokakarya 7 dari program PGP Angkatan 8 ini menjadi momentum bagi teman-teman calon guru penggerak untuk mengaktualisasi diri dan kelompok sehingga hasil dari belajar selama enam bulan dari program PGP memberi dampak positif yang luar biasa.

“Teman-teman guru penggerak diminta untuk terus membangun ide atau inovasi dan mempelajari teknik problem solving bagaimana strategi dalam menyelesaikan masalah yang ada di sekolah,” ucapnya.

Lokakarya 7 program PGP Angkatan 8 (1)
Kepala Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Junaedi memberikan sambutan saat menghadiri Pendampingan Kelompok atau Lokakarya 7 dari program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 8 bertajuk Panen Hasil Belajar, di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Sabtu (2//12/2023).

Menurut Junaedi, bagi teman-teman CGP yang saat ini melakukan Panen Hasil Belajar dengan membuat sejumlah karya merupakan bentuk strategi bagaimana teman-teman CGP mampu menyelesaikan masalah.

“Disekolah pun begitu ketika teman-teman guru mengajarkan, mendidik peserta didik dan melaksanakan aktifitas dari Panen Hasil Belajar, mereka (peserta didik) kita latih dan ajarkan cara menyelesaikan masalah,” tandas Junaedi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *