Pengamat: Jika PSI Capai Ambang Batas 4 Persen, Rakyat Tak Percaya KPU, Muncul Kekacauan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA–Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang meroket dalam beberapa hari terakhir terus mengundang kontroversi.

Sejumlah pengamat menyebut ada ketidakwajaran dalam pergerakan perolehan suata partai besutan Kaesang Pangarep putera bungsu Presiden Joko Widodo.

Sangat sulit dibayangkan ada lonjakan suara yang sangat signifikan ketika jumlah total suara yang masuk sudah mencapai lebih dari 65 persen.

Hal tersebut disampaikan analis sosial politik, Karyono Wibowo menyikapi lonjakan suara PSI yang tercatat dalam sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan data yang ditampilkan di situs https://pemilu2024.kpu.go.id/, awalnya suara PSI berada di angka 2,86 persen atau 2.171.907 suara pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB.

Namun, suara PSI melonjak menjadi 3,13 persen atau 2.402.268 suara pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB.

Karyono Wibowo menilai lonjakan suara yang terjadi dalam waktu relatif singkat itu tak lazim karena total suara yang masuk ke Sirekap sudah di atas 65 persen.

“Jika melihat pola loncatnya memang tidak lazim karena data masuk ke data real count KPU sudah mencapai 65,8 persen,” ujar Karyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Minggu (3/3/2024) petang.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) ini mengatakan, jika data sudah masuk 65 persen ke atas, pola volatilitasnya tidak akan sedrastis suara PSI.

Rakyat bisa tak percaya KPU

Oleh karena itu, ia menilai wajar apabila banyak pihak yang mempertanyakan lonjakan suara PSI.

Ia pun mengatakan bahwa lembaga survei dan KPU RI wajib diaudit apabila perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menembus 4 persen.

Karyono menyebutkan, apabila PSI lolos ambang batas parlemen, berarti ada yang tidak beres dari data tersebut.

Baca Juga  Film Dirty Vote Dituding Fitnah, Jusuf Kalla: Tunjukkan Buktinya

“Jika nanti benar terjadi suara PSI mencapai ambang batas 4 persen, bisa menimbulkan kekacauan dan rakyat tidak percaya kepada lembaga survei dan KPU,” ujar Karyono



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *