Pengamat Tata Kota Tuntut Keberanian Pemda dan Bawaslu Tertibkan Baliho dan Spanduk Semrawut

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Maraknya pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang menyalahi aturan, membuat sejumlah warga geram dan mengkritisi soal kota yang tak lagi indah.

Pasalnya, APK-APK itu kerap berjajar di sepanjang trotoar atau sejumlah fasilitas publik tanpa memperhatikan estetika dan keamanan pengguna jalan.

Terkait hal tersebut, pengamat tata kota Nirwono Joga menyebut jika ruang-ruang publik yang dipenuhi oleh pepohonan, taman, serta jalanan untuk umum, seharusnya bebas dari segala atribut kampanye.

“Karena mengganggu atau mencemari visual lanskap kota, merusak penampilan JPO itu sendiri, serta mengganggu mobilitas warga yang melintas,” kata Nirwono saat dihubungi, Selasa (16/1/2024).

Oleh karenanya, dia meminta agar pemerintah daerah (Pemda), badan pengawas pemilu (Bawaslu), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), harus berani menertibkan seluruh atribut kampanye.

Terutama, atribut yang melekat di jalan, pohon, pagar, dan ruang-ruang publik lainnya.

“Harus bebas atribut kampanye seperti di rumah ibadah dan sekolah,” jelasnya.

Baca juga: Masyarakat Kesal pada Baliho dan Spanduk Semrawut, Ditlantas Polda Metro Siap Bantu Menertibkan

Selain itu, penertiban juga perlu ditekankan kepada seluruh partai politik dan calon legislatif (caleg) terkait, untuk memberikan contoh tertib berkampanye.

“KPU dan Bawaslu dapat memperingatkan kepada masyarakat untuk tidak memilih partai politik dan caleg yang tidak tertib/patuh,” kata Nirwono.

“Mulai dari pemasangan atribut kampanye, dan mulai mendorong parpol caleg untuk mengoptimalkan platform
media sosial untuk berkampanye secara kekinian,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial video yang memperlihatkan seseorang melabeli baliho-baliho calon legislatif (caleg) yang tertempel di pohon dengan tulisan ‘tersangka penusukan pohon’.

Baca juga: Baliho Caleg di Jakarta Barat Ambil Hak Pejalan Kaki, Warga Sebut Bersihnya Pas Jokowi Datang

Baca Juga  TikTok Dilarang Berjualan, Pengusaha Mengajak Publik Kawal Biar Tidak Masuk Angin

Tulisan itu dibuat menggunakan pilox berwarna hijau dan menutupi hampir separuh wajah caleg tersebut.

Warta Kota pun menyusuri temuan serupa di wilayah Jakarta Barat.

Rupanya, ada banyak baliho yang sengaja dipaku di pohon-pohon sepanjang Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *