Sebagai Keamanan Sekaligus Ketua RT, Bima Himbau Warganya Memiliki Jaminan Kesehatan Nasional

WARTAKOTALIVE.COM, KABUPATEN BOGOR – Jaminan kesehatan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) wajib dimiliki sebagai upaya antisipasi biaya pengobatan di masa depan, hal ini menjadi sangat penting seperti yang telah disadari Bima Wahana (37) seorang kepala keluarga dan petugas keamanan asal Cibinong Kabupaten Bogor.

Pria yang berprofesi juga sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) ini bertanggung jawab atas keamanan dan ketentraman di lingkungannya, termasuk memastikan warganya memiliki jaminan kesehatan dengan terlindungi oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menjadi petugas keamanan di suatu perusahaan sekaligus ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya, Bima tidak lantas lupa untuk memastikan kesejahteraan keluarga kecilnya.

Bima menceritakan manfaat adanya Program JKN yang telah membiayai anaknya berobat sampai mendapatkan rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika dan Rumah Sakit Annisa Citereup.

Tahun 2020, di tengah malam ia harus membawa anaknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena panas yang tidak kunjung reda.

“Kalau untuk saya pribadi tidak pernah manfaatkan untuk berobat, paling anak saya yang bolak balik rumah sakit. Pernah sakit diare dan panas, tanpa berpikir panjang langsung saya bawa ke IGD rumah sakit agar mendapatkan penanganan,” ujar Bima, Jumat (29/12/2023).

Bima mengaku tidak khawatir akan biaya pengobatan karena ketika itu dirinya dan keluarga masih terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dengan iuran ditanggung oleh perusahaan tempat istrinya bekerja.

Bima juga mengungkapkan sudah tiga kali melakukan perubahan segmen kepesertaan dirinya dan keluarga dari mulai terdaftar sebagai peserta PPU, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sampai sekarang terdaftar di kelas tiga segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN.

Perubahan data tersebut ia ajukan dan pastikan keluarganya terlindungi oleh Program JKN. Terlebih lagi anaknya yang memiliki riwayat sakit, jadi ia tidak ambil risiko untuk membiayai pengobatan secara pribadi.

Baca Juga  Kasus CPNS Bodong Belum Selesai, Nia Daniaty Bersama Anak dan Menantunya Kini Digugat Rp 8,1 Miliar

“Manfaat Program JKN sangat saya dan keluarga saya rasakan, saat anak harus dirawat inap sampai sembuh alhamdulillah tidak ada iur biaya di rumah sakit,” sebutnya.

Bima juga merasakan pelayanan kesehatan yang didapat dari dulu terdaftar di kelas satu dengan kondisi sekarang  tidak ada perbedaan layanan.

“Anak saya tetap dilayani dengan baik dan mendapatkan obat sesuai resep dokter tanpa biaya yang ditagihkan secara pribadi. Saya harap manfaat ini bukan hanya dirasakan oleh saya dan keluarga tapi di lingkungan saya juga bisa merasakannya,” tambahnya.

Bima merasa memiliki tanggung jawab lebih sebagai seorang ketua RT, ia pernah mendata warganya yang tidak mampu untuk diajukan ke kantor desa agar terdaftar sebagai peserta PBI yang gratis ditanggung pemerintah.

Ia juga memastikan agar warganya memiliki jaminan kesehatan aktif serta rutin membayar iuran bagi yang terdaftar sebagai peserta PBPU atau mandiri.

“Kalau bukan tetangga yang mengingatkan siapa lagi, karena kalau sakit pasti pertolongan terdekat dari tetangga,” ucap Bima.

Walau pun saat ini dalam keadaan sehat tapi BIma sadar pentingnya perlindungan Program JKN yang harus dipersiapkan jauh hari, agar ketika saat sakit melanda, pasien dapat fokus pengobatan dan tidak terkendala masalah administrasi.

Tidak rugi juga kalau tidak menggunakan, manfaat pelayanan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lain yang membutuhkan pengobatan dan syukur jadi ladang sedekah untuk kita.

“Jangan berharap sakit untuk merasakan manfaat pelayanan kesehatannya tapi lihat di sekeliling kita banyak yang terbantu biaya pengobatannya dengan adanya Program JKN,” tandas Bima.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *