Takut Jadi Pertanyaan Anak, Siti Ikhtiar Putuskan Hapus Tato di Lengan

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN — Sebagai seorang ibu, Siti Komariah (30) berharap anak-anaknya bisa tumbuh menjadi pribadi baik dan dijauhkan dari pergaulan yang tidak pantas. 

Oleh karenanya, kehidupan kelamnya saat remaja kala ia mentato lengan kirinya, sebisa mungkin Siti tutupi agar anak-anaknya bisa mencontoh berbagai hal baik dari dirinya. 

Tak ayal, jika sejak 2017 Siti rutin pergi ke klinik serta mengikuti berbagai program hapus tato gratis yang digelar Baznas Bazis DKI Jakarta demi memudarkan tato di lengannya.

Apalagi, kini kedua anak Siti sudah mulai mengenal mana hal baik dan hal buruk. Sehingga hal itu membuatnya semakin mawas diri.

Baca juga: Usut Kasus Dugaan Hoax Connie Rakahundini, Polisi akan Periksa Sejumlah Saksi Pekan Depan

“Mungkin pergaulan kali yah ngikut-ngikut awalnya. Sekarang karena udah waktunya hijrah jadinya kayak udah malu aja,” kata Siti saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (27/3/2024).

Selain itu, Siti menyebut jika peran orang tua penting sebagai pendorong dirinya untuk menghapus tato di setengah lengannya itu.

“Orang tua sih, ya sudah kalau mau dihapus enggak apa-apa, tapi jangan ditambah lagi,” kata dia.

“Anak juga kan ada 2, yang pertama usia 7 tahun, yang kedua 5 tahun. Takutnya nanti anak nanya kan bingung,” lanjutnya.

Dia menyebut, ikhtiar menghapus tato itu sudah 4 kali dilakukannya sejak 2017.

Baca juga: Rugikan Konsumen, PB KAMI Desak Kementrian Perdagangan Cabut Izin Perusahaan Pembuat Oli Palsu

Rencananya, ia akan melakukan 7 kali tindakan penghapusan tato lagi untuk bisa memudarkan tintanya secara keseluruhan.

“Mulai dari 2016 itu dah mau hapus tato. Tapi kan enggak tahu ya kemana gitu. Baru niat bingung kan tadinya mau ngilangin sendiri kayak pake kapur sirih cuma takut ada efek lain, makanya semenjak ada program ini membantu juga,” ungkap Siti.

Baca Juga  Arak-Arakan Jenazah Lukas Enembe Ricuh, Pj Gubernur Papua dan Aparat Terkena Lemparan Batu

Siti menyampaikan, ia akan terus mengikuti program hapus tato hingga seluruh tanda di lengannya itu bersih.

Meskipun perjuangan menahan perih, gatal, serta keloid yang muncul paska tindakan kerap membuatnya tidak nyaman.

Oleh karenanya, ia berpesan kepada masyarakat yang hendak menato tubuhnya agar berpikir ulang ketika mengambil keputusan tersebut.

“Untuk yang mulai bikin tato, disaranin untuk pikir-pikir dulu untuk ke depannya, jangan sampai udah kayak saya ini menyesal pada akhirnya. Karena ada dampaknya juga untuk keluarga, anak, jadi dipikir-pikir lagi,” pungkasnya.

Untuk informasi, program penghapusan tato imni dilaksanakan tiap tahun oleh Baznas Bazis DKI Jakarta.

Tahun ini, peserta yang mengikuti program hapus tato di Jakarta Barat adalah 130 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. (m40)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *