Yasonna Yakin Tidak Bakal Terseret pada Kasus Suap dan Gratifikasi Eddy Hiariej

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA–Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly tidak akan terseret pada kasus yang menyeret wakilnya Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej.

Yasonna mengaku tidak tahu apapun dengan dugaan suap dan gratifikasi yang kini membelit Eddy.

Seperti diberitakan sebelumnya Eddy merupakan mantan Wakil Menkumham yang telah mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri dari PDI Perjuangan itu menegaskan tidak terkait apapun dengan Eddy selain sebatas pekerjaan.

“Oh enggak lah. Mana ada urusannya dengan saya,” kata Yasonna usia menghadiri Peringatan Hari HAM Sedunia di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/12/2023).

Eddy diduga menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 8 miliar dari Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan, pengusaha yang bergerak di bidang tambang.

Konsultasi hukum

Helmut tengah menghadapi perselisihan di internal perusahaan terkait kepemilikan saham.
Dia lantas meminta konsultasi hukum terkait administrasi hukum umum (AHU) kepada Eddy.

Eddy dan dua orang dekatnya, Yogi Arie Rukmana selaku asisten pribadi dan pengacara bernama Yosi Andika Mulyadi pun menyanggupi permintaan Helmut. Mereka mendapatkan bayaran Rp 4 miliar.

Pada waktu berikutnya, Helmut meminta bantuan Eddy untuk membuka hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT CLM yang terblokir karena sengketa.

Pemblokiran itu menyangkut sistem di Direktorat Jenderal AHU, Kemenkumham.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, pihaknya bakal memanggil siapapun saksi untuk dimintai keterangan jika mereka dinilai memiliki informasi yang dibutuhkan penyidik.

Baca juga: KPK Menduga Kuat Eks Wamenkumham Eddy Hiariej bagian dari Mafia Hukum, Ada Buktinya

Informasi itu dibutuhkan untuk melengkapi informasi yang dikumpulkan penyidik guna menyusun konstruksi utuh dugaan korupsi Eddy. Pernyataan itu Asep sampaikan saat ditanya mengenai peluang memanggil Yasonna sebagai saksi.

Baca Juga  Menganjurkan Memilih Saham Bmtr Terkini

“Tentunya tadi setiap pihak yang datang ke sini sebagai saksi untuk dimintai keterangan penyidik memiliki alasan,” kata Asep seperti dilansir Kompas.com.

Sementara itu, ditemui awak media saat hendak dibawa ke tahanan Helmut mengaku dirinya telah mengirim surat ke edaran terkait pencaplokam saham perusahaannya yang dinilai tidak sah kepada Yasonna dan Direktur Jenderal (Dirjen) AHU.

Namun, surat keberatan itu sampai saat ini belum juga direspons oleh Yasonna dan Dirjen AHU.

“Harapan saya sebelum ini mencuat, surat keberatan kami yg kami sampaikan kepada dirjen AHU kepada menkumham itu digubris karena ini melawan hukum melawan Undang-undang,” kata Helmut, Kamis (7/12/2023).

 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *