3 Warga Sipil Jadi Korban KKB, Amnesty International: Tragedi Penghambat Penyelesaian Konflik

Tak Berkategori

Sabtu, 19 Agustus 2023 – 16:42 WIB

Jakarta – Aksi kebrutalan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) jadi perhatuan karena menyerang dan menembak tiga warga sipil hingga tewas di Kampung Yasoma, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Rabu, 16 Agustus 2023. Tragedi itu jadi perhatian Amnesty International Indonesia.

Baca Juga :

Kebakaran Hebat di Pasuruan, Siti Aisah Tewas Terpanggang

Koordinator Kampanye Amnesty International Indonesia, Zaky Yamani, menyebut tewasnya 3 warga sipil karena ulah KKB itu jadi kabar duka saat bangsa RI tengah merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-78. Dia mengatakan, tragedi itu mencuatkan keprihatinan atas kekerasan yang terus terjadi di Tanah Papua dengan berimbas terhadap warga sipil yang tidak bersalah.

Dia bilang, kekerasan yang dilakukan KKB tidak bisa dibenarkan dalam konteks apa pun.

Baca Juga :

PYCH Gelar Gebyar Kemerdekaan di Lapangan Banteng, Ada Pertunjukan Musik hingga Tari

“Penembakan itu tidak saja merupakan sebuah tragedi, namun juga dikhawatirkan akan menghambat proses penyelesaian konflik yang lebih luas secara damai di Papua bila tidak diusut secara tuntas,” kata Zaky, dalam keterangannya, Sabtu, 19 Agustus 2023.

Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Mehrtens disandera KKB Papua.

Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Mehrtens disandera KKB Papua.

Baca Juga :

Bentrok Berdarah di Sentani, Simpatisan KNPB Saling Serang: 2 Terluka Parah, 3 Rumah Rusak

Pun, Zaky menyerukan kepada polisi maupun pihak-pihak terkait termasuk Komnas HAM bisa mengusut tuntas kekerasan bersenjata yang membunuh warga sipil. Caranya dengan melalui penyelidikan yang independen. Selain itu, meminta pihak berwenang di Papua untuk meningkatkan perlindungan atas warga sipil.  

Kemudian, ia meminta lembaga negara yang berwenang, jajaran kepolisian, Komnas HAM, dan pihak terkait bisa mengusut tuntas berbagai masalah HAM di Papua.

Halaman Selanjutnya

“Termasuk perlindungan hak masyarakat adat, pengungsi internal yang dipicu konflik bersenjata di Papua, serta kasus pembunuhan di luar hukum di Papua,” lanjut Zaky.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *